TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Perhatian masyarakat kembali tertuju pada kelanjutan program bantuan sosial dari pemerintah.
Salah satu yang paling dinantikan yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026 atau yang juga dikenal sebagai bansos Sembako.
Memasuki tahun 2026, pemerintah memastikan bahwa program BPNT tetap akan berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang terdampak kondisi ekonomi.
Bansos BPNT 2026 Cair Rp600.000
BPNT 2026 diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Dana tersebut kemudian disalurkan secara bertahap, sehingga dalam satu tahap pencairan, total bantuan yang diterima bisa mencapai Rp600.000.
Mekanisme Penyaluran BPNT 2026
Penyaluran bansos BPNT 2026 dilakukan melalui:
- Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN)
- PT Pos Indonesia, khususnya untuk KPM di wilayah tertentu
Dana bantuan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok sesuai ketentuan pemerintah.
Jadwal Pencairan BPNT 2026
Mengacu pada pola penyaluran tahun sebelumnya, BPNT 2026 disalurkan empat tahap (triwulan), yakni:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Pemerintah melalui Kemensos menegaskan bahwa pencairan bansos 2026 mulai dilakukan sejak awal tahun dan disalurkan secara bertahap.
Cara Cek Penerima BPNT 2026
Masyarakat juga dihimbau untuk tetap aktif memantau status penerimaan bansos agar tidak ketinggalan informasi.
Pengecekan bisa dilakukan melalui:
- Situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Sebelum itu, pastikan juga bahwa data kependudukan seperti NIK dan alamat sudah sesuai agar memudahkan proses pencairan dan tidak terkendala.
Bantuan Pangan Beras Juga Dilanjutkan
Selain BPNT, pemerintah juga melanjutkan bantuan pangan beras di awal 2026.
Distribusi direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan total sekitar 720 ribu ton beras.
Bantuan ini akan disalurkan kepada sekitar 18 juta penerima di seluruh Indonesia.
Bantuan sosial diharapkan mampu meringankan pengeluaran rumah tangga miskin serta rentan miskin, khususnya untuk kebutuhan pangan pokok.