TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Tahukah kamu bahwa Doa buka puasa Dzahaba dzomau adalah salah satu bacaan sunnah yang dianjurkan saat membatalkan puasa Ramadhan?
Doa ini sangat populer dan sudah banyak umat islam yang senantiasa membacanya, apalagi doanya cukup singkat dan mudah dihafal.
Doa buka puasa Dzhaba dzomau bersumber dari hadis shahih, dibaca rutin selama bulan Ramadhan sebagai ungkapan rasa syukur setelah menahan lapar seharian.
Doa ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa telah diselesaikan dengan penuh kesabaran dan sebagai harapan agar pahalanya dapat diterima oleh Allah SWT.
Bacaan doa buka puasa Dzahaba
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah
Artinya : “Hilanglah rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Hadis doa Dzahaba
Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar dalam hadis yang tercantum pada kitab Sunan Abu Dawud.
حدثنا عبد الله بن محمد بن يحيى أبو محمد حدثنا علي بن الحسن أخبرني الحسين بن واقد حدثنا مروان يعني ابن سالم المقفع قال رأيت ابن عمر يقبض على لحيته فيقطع ما زاد على الكف وقال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Artinya: Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa’, ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, ‘Dzahabadh dzoma’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah. (HR Abu Dawud).
Setelah membaca hadis di atas kita jadi tahu bahwasanya Rasulullah SAW membaca doa Dzahaba dzomau ketika hendak berbuka puasa.
Hadis ini menjadi dasar kuat anjuran membaca doa tersebut sebagai amalan sunnah saat berbuka.
Amalan yang dianjurkan Rasulullah tersebut menggambarkan rasa syukur setelah melaksanakan ibadah puasa serta harapan agar Allah senantiasa menerima ibadah yang telah kita perbuat.