TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Hari ini Kamis, 26 Februari 2026 bertepatan dengan hari ke-8 Ramadhan.
Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, sehingga niat puasa Ramadan menjadi hal mendasar yang tidak boleh terlewatkan.
Apalagi dalam syariatnya, niat termasuk rukun puasa.
Berbeda dengan puasa sunnah yang masih diperbolehkan berniat di pagi hari jika terlupa, puasa Ramadan harus diniatkan sejak malam hari sebelum terbit fajar.
Banyak orang fokus pada sahur dan berbuka, tetapi lupa bahwa niat adalah syarat sah puasa.
Padahal tanpa niat puasa, menahan lapar dan haus hanya menjadi aktivitas biasa.
Oleh karenanya, hari ini bisa menjadi momen untuk kembali memperkuat niat puasa Ramadan.
Bacaan niat puasa Ramadan harian
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala
Artinya :
“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan pada tahun ini karena Allah SWT.”
Niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi ta’ala
Artinya :
“Saya niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Dalam hal membaca niat harian atau pun niat puasa untuk sebulan, mayoritas ulama Mazhab Syafi’i dan Hanafi tetap menganjurkan memperbarui niat setiap malam karena setiap hari puasa dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri.
Sementara Mazhab Maliki memperbolehkan niat satu bulan penuh selama tidak ada gangguan puasa.
Membaca niat puasa Ramadan sebulan penuh juga sebenarnya bisa menjadi antisipasi ketika terlupa niat puasa harian.
Waktu membaca niat puasa Ramadan
Niat puasa dapat dilakukan sejak malam hari, baik itu sebelum tidur maupun saat sahur, dengan batas waktu sebelum masuk Subuh.
Perlu dipahami juga bahwasannya niat puasa sejatinya berada di dalam hati.
Melafalkan niat dengan lisan hanya sebagai bentuk penguat, sedangkan yang menentukan sah atau tidaknya puasa adalah kesungguhan hati.
Maka, niat berfungsi sebagai pembeda antara ibadah puasa dengan aktivitas menahan lapar biasa.
Selain itu, niat juga meluruskan tujuan ibadah, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menjadi penentu sahnya puasa di sisi syariat.
Ketulusan niat akan membuat ibadah lebih bermakna dan membawa pahala serta keberkahan selama bulan Ramadan ini.
Jadi, tidak ada ruginya untuk selalu membaca niat puasa Ramadan setiap hari.