TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Muhammadiyah telah menerapkan Kalender Hijriyah Global Tunggal sebagai upaya menghadirkan kepastian waktu ibadah umat Islam.
Lantas, apa itu Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)?
Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) adalah sistem penanggalan Islam yang menetapkan awal bulan Hijriah secara serentak di seluruh dunia dengan menggunakan perhitungan astronomi modern atau yang biasa disebut hisab.
Sistemnya pun tidak mengandalkan perbedaan lokasi pengamatan hilal, sehingga 1 tanggal Hijriah berlaku secara global.
Nah dengan penerapan KHGT ini, awal Ramadan, Idul fitri, maupun Idul adha nantinya bisa ditentukan dari jauh-jauh hari karena perhitungannya menggunakan data astronomi yang akurat.
Tujuan Penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal
Penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal ini memiliki tujuan untuk menciptakan keseragaman tanggal ibadah di seluruh dunia agar memudahkan umat Islam dalam merencanakan kegiatan keagamaan dalam waktu yang lama.
Selain itu, penggunaan hisab global juga dianggap sebagai bentuk pemanfaatan kemajuan ilmu astronomi dalam praktik keagamaan.
Perbedaan Kalender Hijriyah Global Tunggal dengan Sidang Isbat
Berbeda dengan metode yang biasanya digunakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, penetapan awal bulan Hijriah dalam KHGT tidak menunggu hasil rukyat hilal.
Pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat melalui sidang isbat, sehingga keputusan awal bulan bisa berbeda jika hilal belum terlihat di wilayah tertentu.
Contoh perbedaannya tersebut terlihat pada Ramadan 1447 Hijriah tahun ini, di mana KHGT menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, sedangkan pemerintah menetapkan 19 Februari 2026 karena hasil rukyatnya menunjukkan hilal yang belum terlihat.
Tantangan Penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal
Meski demikian, KHGT masih menghadapi tantangan karena perbedaan pendekatan fiqih dan metode penentuan awal bulan di berbagai negara dan organisasi Islam.
Perbedaan antara hisab global dan rukyat lokal membuat kalender ini belum menjadi standar universal, namun bisa dijadikan salah satu alternatif sistem penanggalan Hijriah modern.
Kalender Hijriyah Global Tunggal pada akhirnya menjadi wacana penting dalam upaya penyatuan waktu ibadah umat Islam.
Sistem ini menawarkan kepastian dan kemudahan yang terencana, meskipun diskusi mengenai penerapannya masih terus berlangsung hingga saat ini.