TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Jawa memiliki tradisi Megengan sebagai tanda dimulainya bulan puasa.
Tradisi ini seringkali diisi dengan doa bersama, tahlil, serta berbagi makanan sebagai simbol persiapan lahir dan batin menyambut Ramadan.
Megengan biasa dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau pada saat memasuki awal Ramadan.
Momen ini jadi pengingat bahwa umat Islam akan segera menjalankan ibadah puasa wajib selama sebulan penuh.
Tradisi Megengan dan Sejarahnya
Megengan adalah hasil dari akulturasi budaya Jawa dengan ajaran Islam yang berkembang sejak masa Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
Tradisi ini menjadi media dakwah yang menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal masyarakat.
Mengutip dari infonasional.com Megengan berasal dari kata “megeng” yang berarti menahan, menunjuk pada ibadah puasa menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Megengan juga menjadi momen untuk memanjatkan doa agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Berikut beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika Megengan atau saat awal Ramadan, sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai sumber ulama dan dihimpun oleh NU Online.
Doa Menyambut Ramadan yang Bisa Dibaca Saat Megengan
1. Doa Rasulullah SAW Menyambut Ramadan
Doa ini diriwayatkan oleh Ubadah bin ash-Shamit RA. Rasulullah SAW membaca doa ini saat Ramadan tiba.
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat menuju bulan Ramadan. Sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”
Doa ini mengandung permohonan agar diberi kesempatan menjalani Ramadan dengan sehat dan amal ibadah diterima oleh Allah SWT.
2. Doa Panjang Menyambut Ramadan
Dalam riwayat yang dihimpun oleh Abu al-Qasim Sulaiman ibn Ahmad al-Tabarani, terdapat doa panjang yang bisa dibaca ketika Ramadan datang.
اللهمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي وَسَلِّمْنِي فِيهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللهمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا وَاحْتِسَابًا، وَارْزُقْنِي فِيهِ الْجِدَّ وَالْإِجْتِهَادَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السَّآمَةِ وَالْكَسَلِ وَالنُّعَاسِ، وَوَفِّقْنِي فِيهِ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Ya Allah, bulan Ramadan telah datang. Sampaikanlah aku kepadanya dan terimalah amalanku. Beri aku kesabaran dalam puasa dan shalat malam, karuniakan kesungguhan, kekuatan, dan semangat. Jauhkan aku dari malas dan lelah, serta pertemukan aku dengan Lailatul Qadar.”
Doa ini sangat lengkap karena mengandung harapan diberi kekuatan fisik dan spiritual sekaligus kesempatan meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan.
3. Doa Memohon Ampunan di Bulan Ramadan
Doa ini sangat populer, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang sebelumnya diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah RA.
اللهمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa sederhana ini memiliki makna mendalam, memohon ampunan atas segala dosa.
Makna Megengan sebagai Persiapan Lahir dan Batin
Megengan bagian tradisi yang menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa memperbaiki niat sebelum berpuasa, saling memaafkan, memperbanyak doa dan empersiapkan diri secara spiritual.
Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan rahmat.
Karenanya, menyambut Ramadan dengan doa dan hati yang bersih menjadi langkah awal agar ibadah puasa bisa dijalankan dengan penuh semangat, kesabaran, juga keberkahan.