Jangan Sampai Terlewatkan! 5 Fenomena Langit Menakjubkan di Bulan Februari 2026

TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Bulan Februari 2026 menghadirkan 5 fenomena langit menakjubkan yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari Bulan Purnama Salju, hujan meteor, hingga gerhana Matahari cincin, berbagai peristiwa astronomi ini dapat disaksikan dari sejumlah wilayah di dunia dan menjadi momen menarik bagi pecinta langit malam.

Berikut 5 fenomena langit menakjubkan yang akan menghiasi Februari 2026.

1. Bulan Purnama Salju, 1 Februari 2026

Fenomena langit Februari 2026 diawali dengan kemunculan Bulan Purnama Salju (Snow Moon) pada Minggu, 1 Februari 2026.

Puncak fase purnama telah terjadi sekitar pukul 23.09 WIB, ketika Bulan tampak bulat sempurna dan memantulkan cahaya Matahari secara maksimal ke Bumi.

Snow Moon juga dikenal dengan sebutan Bulan Badai atau Bulan Lapar, nama yang berasal dari tradisi masyarakat di belahan Bumi utara. Meski Indonesia tidak mengalami musim dingin, Bulan Purnama Salju diamati dengan jelas selama kondisi cuaca cerah.

2. Hujan Meteor Alpha Centaurid, 8 Februari 2026

Pada 8 Februari 2026, langit malam akan diramaikan oleh hujan meteor Alpha Centaurid.

Fenomena ini terjadi saat partikel debu komet memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, meninggalkan jejak cahaya yang indah.

Alpha Centaurid juga dikenal sebagai hujan meteor karakter visual yang lembut dan tidak terlalu padat, memikat untuk disaksikan.

Waktu terbaik pengamatan yakni pada malam hingga dini hari dan harus jauh dari polusi cahaya perkotaan.

3. Gerhana Matahari Cincin, 17 Februari 2026

Fenomena langit paling dinanti juga terjadi pada 17 Februari 2026, yaitu Gerhana Matahari Cincin.

Ini menjadi gerhana Matahari pertama di tahun 2026 yang terjadi pada saat Bulan berada tepat di tengah Matahari yang tidak sepenuhnya menutupinya, sehingga menyisakan cincin cahaya di sekeliling Matahari.

Meski gerhana Matahari cincin ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, peristiwa ini tetap menjadi sorotan dunia astronomi karena keunikannya dan nilai ilmiahnya.

4. Bulan Sabit Berdekatan dengan Merkurius dan Saturnus, 18–19 Februari 2026

Fenomena menarik berikutnya terjadi pada 18 dan 19 Februari 2026, saat Bulan sabit tipis tampak berdekatan dengan planet Merkurius dan Saturnus di langit barat.

Pada Rabu, 18 Februari 2026, Bulan dan Merkurius akan terlihat rendah di dekat ufuk barat dan hanya dapat diamati sekitar 1-2 jam setelah Matahari terbenam.

Keesokan harinya, posisi Bulannya diprediksi akan tampak lebih dekat dengan Saturnus, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi pengamat langit.

5. Bulan dan Gugusan Bintang Pleiades, 23 Februari 2026

Menjelang akhir bulan, tepatnya pada 23 Februari 2026, Bulan yang semakin terang akan tampak beriringan dengan gugusan bintang Pleiades.

Fenomena ini memberikan gambaran kontras antara cahaya Bulan dan kilauan bintang-bintang yang berkelompok.

Tak lama setelahnya, Bulan akan memasuki fase Perempat Pertama pada 24 Februari 2026 pukul 19.27 WIB, menandai setengah permukaan Bulan kembali terlihat terang dari Bumi.

Walaupun tidak semua fenomena langit Februari 2026 dapat disaksikan dari Indonesia, masyarakat tetap bisa menikmati perubahan fase Bulan dan sejumlah peristiwa astronomi lainnya dengan mata telanjang.

Apabila cuacanya mendukung, fenomena-fenomena ini pun menjadi sarana edukasi astronomi yang menarik sekaligus pengalaman visual yang mengagumkan.

Leave a Comment