TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Denza B5 digadang masuk pasar Indonesia dan sudah mulai tercium kuat setelah rombongan media internasional mengunjungi fasilitas uji coba All-Terrain Circuit milik BYD di Zhengzhou, Henan, pada pertengahan Januari 2026.
Dalam agenda tersebut, Denza B5 menjadi salah satu model yang disorot, memicu spekulasi kuat bahwa SUV hybrid berkarakter off-road ini tengah dipersiapkan untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Denza B5 berada di bawah naungan BYD Group dan membawa perpaduan teknologi elektrifikasi, dengan performa tinggi, serta memiliki kemampuan melibas medan ekstrem.
Spesifikasi ini membuatnya tampil berbeda di tengah pasar SUV ramah lingkungan yang umumnya masih berorientasi pada penggunaan urban.
Alasan Denza B5 Cocok untuk Pasar Indonesia
SUV ramah Lingkungan dengan daya jelajah serius yang menjadi alasan Denza B5 ini ideal masuk pasar Indonesia
Keputusan BYD mempertimbangkan Denza B5 untuk Indonesia juga bukan tanpa alasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, segmen SUV tangguh berteknologi elektrifikasi mulai mendapat sorotan, apalagi bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan harian di medan berat.
Indonesia yang dikenal memiliki karakter geografis yang unik, mulai dari jalanan rusak, wilayah rawan banjir, hingga area rural dengan akses sangat terbatas.
Maka Denza B5 hadir sebagai solusi bagi pelanggan yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu mengorbankan kemampuan off-road dan rasa aman saat melintasi kondisi jalanan ekstrem.
Denza B5 Sudah Teruji di Pasar Global
Di Australia, Denza B5 mendapat sambutan positif sebagai alternatif cerdas bagi para petualang.
SUV ini menawarkan torsi instan khas motor listrik yang sangat membantu di medan berat, tanpa membuat pengemudi khawatir kehabisan daya berkat sistem hybrid yang diusungnya.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi BYD untuk memperluas pasar Denza B5 ke negara dengan kondisi alam menantang seperti Indonesia.
Spesifikasi dan Performa Denza B5
Arsitektur DMO Khusus Off-Road
Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road), arsitektur body-on-frame atau sasis tangga yang dirancang khusus untuk ketahanan ekstrem.
Platform ini memungkinkan Denza B5 memiliki struktur yang kokoh layaknya SUV off-road konvensional, dengan teknologi elektrifikasi modern.
Mesin Turbo dan Motor Listrik AWD
Jantung pacu Denza B5 ini mengombinasikan mesin bensin 1.5L turbo dengan dua motor listrik yang menggerakkan keempat roda (AWD).
Kombinasi ini memberikan efisiensi, sekaligus performa yang amat mengesankan.
Walaupun rangka bodinya besar, Denza B5 bisa berakselerasi dari 0 – 100 km/jam dalam waktu sekitar 4,8 detik, angka tersebut tergolong luar biasa untuk SUV off-road hybrid.
Baterai Blade dan Dimensi Super Premium
Sebagai SUV PHEV, Denza B5 dibekali baterai Blade khas BYD berkapasitas sekitar 31,8 kWh.
Baterai berbasis LFP ini disebut memiliki tingkat keamanan tinggi, tahan panas, dan tahan lama, sehingga menjadikannya cocok untuk penggunaan di iklim tropis.
Dari segi dimensinua, Denza B5 tampil bongsor dengan panjang 4.888 mm, lebarnya 1.970 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm.
Proporsi tersebut menonjolkan posisinya sebagai SUV premium yang menawarkan ruang kabin lega dan postur gagah.
Prediksi Harga dan Peluang di Indonesia
Di pasar Australia, Denza B5 varian dasar dibanderol AUD 74.990 atau setara sekitar Rp 764,8 juta, sementara varian tertinggi Denza B5 Leopard dijual AUD 79.990 atau sekitar Rp 815,8 juta.
Jika masuk Indonesia, dengan skema pajak kendaraan hybrid yang lebih bersahabat, harganya diprediksi akan sangat kompetitif.
Dengan banderol tersebut, Denza B5 berpotensi menjadi penantang serius Toyota Land Cruiser Prado yang kerap dijual di atas Rp 1,5 miliar.
BYD juga berharap bahwa performa penjualan Denza B5 di Indonesia bisa memberi kontribusi signifikan terhadap ekspansi mereka di segmen SUV premium ramah lingkungan.