Langka! Gerhana Matahari Total Terpanjang Abad Ini Akan Terjadi 2 Agustus 2027

TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Fenomena langit langka akan kembali menarik perhatian dunia.

Gerhana matahari total adalah fenomena ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga siang hari berubah menjadi gelap selama beberapa menit.

Pada momen ini, bintang dan planet dapat terlihat di langit, sementara korona Matahari, yaitu atmosfer luarnya yang berwarna putih, akan tampak jelas mengelilingi tepi Bulan.

Pemandangan inilah yang membuat gerhana matahari total begitu memukau dan dinantikan.

Berdasarkan kalender gerhana matahari NASA, Bumi diprediksi mengalami gerhana matahari total terpanjang dalam 100 tahun terakhir pada 2 Agustus 2027.

Walaupun waktu terjadinya masih lama, peristiwa ini disebut-sebut sebagai salah satu gerhana paling istimewa abad ini karena durasi totalitasnya yang sangat panjang dan bahkan tidak akan terulang.

Gerhana matahari total tersebut diperkirakan mencapai puncaknya di sekitar Luxor, Mesir.

Pada titik tersebut, fase totalitas akan berlangsung selama 6 menit 23 detik, hal ini menjadi gerhana matahari total terlama hingga tahun 2132.

Durasi yang luar biasa panjang ini membuat fenomena tersebut dijuluki sebagai eclipse of the century oleh para astronom dan pengamat langit.

Fase gerhana sebagian diprediksi mulai sekitar pukul 14.30.11 waktu setempat, kemudian memasuki fase gerhana total pada pukul 15.23.29.

Sedangkan fase maksimumnya diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.06.40, saat Bulan menutupi Matahari secara sempurna.

Karena kemunculannya yang sangat jarang, gerhana ini disebut sebagai yang terpanjang dalam sekitar 30 tahun terakhir, sekaligus mencuri perhatian komunitas astronom internasional dan pemburu fenomena langit dari berbagai negara.

Selain itu, banyak peneliti memanfaatkan momen ini untuk mengamati struktur Matahari lebih detail.

Mengutip laporan dari CNBC Indonesia, wilayah yang berpotensi menyaksikan gerhana matahari sebagian meliputi sebagian Eropa, Asia, dan Afrika.

Sementara itu, Amerika Utara diperkirakan tidak dapat menyaksikan gerhana total ini.

Meski menarik untuk disaksikan, perlu diingat bahwa gerhana matahari total ini tidak boleh dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

Paparan cahaya Mataharinya dapat merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

Untuk dapat mengamatinya dengan aman, disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana atau alat pengamatan yang sudah memenuhi standar keselamatan.

Leave a Comment