Penjelasan Singkat Puasa Isra Mi’raj 27 Rajab, Beserta Hukum, Jadwal, dan Bacaan Niatnya

TEKNOVIDIA.BIZ.ID – Perlu seroang muslim ketahui terkait penjelasan Puasa Isra Mi’raj 27 Rajab ini adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 27 bulan Rajab dalam kalender Hijriah.

Puasa ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yaitu sebuah peristiwa agung saat Rasulullah menerima perintah salat langsung dari Allah SWT.

Bagi umat Islam, momen Isra Mi’raj bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, salah satunya melalui puasa sunnah.

Hukum Puasa Isra Mi’raj

Puasa pada tanggal 27 Rajab hukumnya sunnah. Tidak ada puasa wajib khusus bernama “puasa Isra Mi’raj”, namun puasa yang dikerjakan pada hari tersebut termasuk dalam puasa sunnah bulan Rajab atau puasa sunnah mutlak.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

 صَامَ يَوْمَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ رَجَبِ كَتَبَ اللهُ لَهُ صِيَامَ سِتِّينَ شَهْرًا

Artinya:

Barang siapa berpuasa pada hari ke-27 bulan Rajab, maka Allah akan mencatat baginya pahala puasa selama enam puluh bulan.”

Hadis tersebut menjadi salah satu dasar anjuran untuk berpuasa pada tanggal 27 Rajab, meski demikian para ulama sepakat bahwa hukumnya tetap sunnah, bukan wajib.

Jadwal Puasa Isra Miraj 2026

Dilansir dari detikcom, pemerintah Indonesia melalui SKB 3 Menteri menetapkan peringatan Isra Mi’raj sebagai hari libur nasional.

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026:

27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026

Hal ini berarti, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Isra Mi’raj pada Jumat, 16 Januari 2026.

Niat Puasa Isra Mi’raj

Berikut bacaan niat puasa sunnah Rajab yang bisa diamalkan pada hari Isra Mi’raj:

Niat puasa di malam hari

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya:

Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah Ta‘ala.”

Jika niat puasa lupa dilafalkan saat malam hari (siang hari) Islam memberikan keringanan bagi yang lupa berniat di malam hari, dengan ketentuan belum makan dan minum sejak terbit fajar serta niat dilakukan sebelum zuhur.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ

Artinya:

Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Puasa yang dilakukan pada 27 Rajab ini bukan puasa khusus dengan hukum tersendiri, melainkan puasa sunnah Rajab yang kebetulan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj.

Oleh karena itu, niatnya mengikuti niat puasa sunnah secara umum, bukan sebagai puasa wajib.

Leave a Comment